Menghitung Biaya Bangun Rumah Minimalis

Denah Rumah

Denah Rumah

Setiap orang pasti mempunyai keinginan untuk memiliki rumah idaman.  Agar rumah yang direncanakan sesuai dengan target, maka perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu mengenai berapa anggaran  yang akan digunakan. Cara untuk menghitung rencana anggaran biaya  rumah biasanya dilakukan dengan dua cara.

Berikut dua cara yang bisa digunakan untuk menghitung rencana anggaran biaya ini yaitu:

  1. Menghitung biaya bangun rumah per m2
  2. Menghitung biaya bangun rumah dengan sistem harga satuan

Kedua metode diatas memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing, tergantung dari kita ingin memilih metode yang mana.

1 . Menghitung Biaya Bangun Rumah Per m2

Perhitungan dengan metode ini bisa memberikan hasil yang berbeda. Hal ini tergantung dari jenis bahan yang digunakan, harga bahan setempat, biaya upah setempat, biaya transportasi dan lain sebagainya.

Untuk menghitung rencana anggaran biaya bangun rumah dengan metode ini caranya cukup mudah dan berikut penjelasannya.

  1. Siapkan gambar denah rumah
  2. Hitung luas bangunan sesuai dengan rencana denah
  3. Cari biaya per meter  yang diperlukan

Contoh : Misalkan rumah yang akan dibangun berdasarkan denah memiliki lebar 6 meter dan panjang 6 meter. Kemudian kita cari luasnya  maka didapat seluas 6 m2 x 6 m2 =  36 m2

Selanjutnya kita cari informasi berapa harga bangunan yang ada di sekitar lokasi atau daerah tersebut. Misalnya dari informasi yang ada, kita dapatkan bahwa harga per m2 bangunan adalah Rp. 2.500.000. Harga ini sangat bervariasi dan tergantung dari daerah masing – masing seperti yang telah saya sebutkan diatas.

Setelah kita mendapatkan informasi data luas bangunan dan data harga per m2. Selanjutnya kita hitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah yang kita rencanakan. Berikut ini contoh mudah bagaimana cara menghitung biaya bangun rumah tersebut.

Contoh Perhitungan Dari Data Yang Diperoleh

Contoh Perhitungan Dari Data Yang Diperoleh
  • Luas bangunan = 32 m2
  • Harga per m2 = Rp 2.500.000

Selanjutnya kita hitung langsung

  • RAB Rumah = 32 m2 x  Rp 2.500.000 = Rp. 90.000.000
Perhitungan diatas hanya membutuhkan dua data penting saja, memang terlihat simple. Tetapi perhitungan seperti ini memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya.

Kelebihan :

  • Estimasi biaya bisa langsung didapat dengan mudah, kita tidak perlu melakukan hitungan yang rumit pada setiap unit pekerjaan bangun rumah
  • Perhitungan ini bisa digunakan oleh masyarakat awam atau pekerja yang telah berpengalaman dalam membangun rumah

Kekurangan :

  • Perhitungan model ini sangat tidak teliti jika dibandingkan dengan metode satuan harga.
  • Jumlah harga bangunan per m2 sangat bervariasi, hal ini tergantung pada daerah atau lokasi.
  • Tidak bisa dijadikan patokan tetap atau tidak bisa dibuat menjadi dokumen kontrak proyek.

2. Menghitung Biaya Bangun Rumah Dengan Sistem Harga Satuan

Untuk perhitungan dengan model harga satuan memang cukup detail. Banyak sekali item yang harus anda masukkan kedalam perhitungan. Anda bisa mencari file Rab Jadi dalam bentuk excel untuk melihat detail item apa saja yang masuk kedalam perhitungan.

Berikut ini merupakan contoh pengerjaan bagaimana mencari biaya bangun rumah dengan metode analisa harga satuan.

A. Menghitung Volume

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam membuat RAB metode satuan harga adalah menghitung volume.  Volume merupakan jumlah atau banyaknya pekerjaan yang di hitung berdasarkan satuan tertentu.

Buat terlebih dahulu item apa saja yang dikerjakan dalam proyek yang akan Anda laksanakan. Lalu hitung volume masing – masing item pekerjaan beserta sub item. Coba perhatikan beberapa list pekerjaan yang ada dibawah ini.

  1. PEKERJAAN PONDASI
  2. PEKERJAAN BETON
  3.  PEKERJAAN DINDING
  4. PEKERJAAN KAP DAN ATAP
  5. PEKERJAAN PLAFOND
  6. PEKERJAAN PLASTERAN DAN ACIAN
  7. PEKERJAAN LANTAI
  8.  PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
  9. PEKERJAAN PENGECATAN
  10. PEKERJAAN PERLENGKAPAN DALAM
  11.  PEKERJAAN PERLENGKAPAN LUAR

List / daftar pekerjaan diatas dibagi lagi kedalam sub item. Sebagai gambaran pada sub item pekerjaan Pondasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.Kemudian cari semua volume berdasarkan satuan pada subitem tersebut. Contohnya dapat dilihat pada gambar dibawah.

Volume Pekerjaan Rumah

Volume Pekerjaan

Dari gambar diatas, dapat kita lihat bahwa pekerjaan pondasi dibagi lagi menjadi berapa subitem. Kemudian silahkan cari volume masing – masing pekerjaan berdasarkan satuannya.

B. Menghitung Harga Satuan

Langkah selanjutnya adalah membuat harga satuan yaitu hasil kali dari Index Analisa dengan Harga Material / Bahan. Kemudian dijumlahkan pada masing masin item. Untuk mendapatkan index analisa anda bisa mengacu pada SNI yang ada.

Analisa harga satuan terdiri dari :

  • Harga Bahan dan material
  • Harga Upah Tenaga Kerja
  • Angka Koefisien SNI

Akan tetapi ada sebagian dari rekan – rekan teknik sipil yang merubah nilai index ini. Hal ini dikarenakan terkadang terdapat perbedaan antara index yang disediakan SNI dengan kenyataan di lapangan.

Pada kenyataannya ada beberapa index harga satuan yang tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Untuk itu diperlukan keahlian untuk menyesuaikan dengan kondisi yang didapat dari data real lapangan.

Harga Satuan RAB

Harga Satuan

C. Membuat Rencana Anggaran Biaya / RAB

Langkah selanjutnya kalikan volume  dengan Harga Satuan diatas untuk memperoleh anggaran biaya yang sebenarnya. Gunakan aplikasi microsoft excel untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan yang ada.

Buat terlebih dahuu item pekerjaan sama seperti pada perhitungan Harga Upah Satuan sebelumnya. Buat beberapa tab dalam satu file microsoft excel agar proses link dapat dilakukan dengan mudah.

Dengan membuat link pada setiap cell microsoft excel akan memudahkan Anda ketika ingin merubah data yang ada Cari tutorial dasar excel yang mengajarkan tentang bagaimana melakukan perhitungan menggunakan excel ini.

Rencana Anggaran Biaya

RAB

D. Membuat Rekapitulasi

Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa menghitung Rencana Anggaran biaya dengan metode ini memerlukan ketelitian. Memang terlihat sulit di awal, akan tetapi lama kelamaan Anda akan terbiasa jika Anda telah terbiasa atau sering melakukan perhitungan.

Untuk membuat rekapitulasi, masukkan hasil atau jumlah dari perhitungan Volume x Harga Satuan .  Hitung total biaya yang diperlukan pada item pekerjaan utama dan masukkan pada sheet rekapitulasi seperti gambar dibawah ini.

Metode melakukan input data usahakan untuk selalu ngelink antar cell, jangan dibuat manual. Hal ini akan memudahkan anda ketika melakukan editing jika terjadi  perubahan pada pekerjaan sebelumnya.

Membuat Rekapitulasi RAB

Rekapitulasi

Kesimpulan

Dengan membuat perhitungan yang matang dan detail, hasil yang diperoleh dapat mendekati real di lapangan. Usahakan untuk teliti dalam melakukan input data yang ada. Baca dengan benar gambar bestek yang disediakan. Hitung volume dan masukkan analisa harga satuan dengan cermat agar hasil Anggaran biaya bangun rumah yang anda rencanakan dapat mendekati real.

Memang terkesan rumit, akan tetapi jika Anda telah terbiasa hal ini bisa dikerjakan dengan cepat. Bahkan Anda bisa melakukan penawaran pada tiap – tiap Item sesuai dengan pengalaman yang pernah Anda peroleh.

Bagi mahasiswa teknik sipil atau pun arsitek telah dibekali dengan pengetahuan ini. Pengetahuan untuk menghitung RAB masuk dalam pembahasan mata kuliah Manajemen Konstruksi pada jurusan Teknik Sipil. Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kolomsatu.com © 2017 Sitemap