Perbedaan Beton Prategang Dan Beton Bertulang

Untuk mengetahui perbedaan antara beton prategang dan beton bertulang, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu definisi dengan bahasa yang sederhana apa itu beton, kemudian kenapa muncul penemuan tentang beton prategang itu sendiri. Disini Admin hanya menjelaskan dengan bahasa yang sederhana atau bahasa seorang blogger saja. Untuk definisi yang sesuai dengan peraturan di Teknik Sipil Anda bisa merujuk ke beberapa peraturan yang berlaku

Beton merupakan bahan konstruksi yang paling umum di gunakan dalam pembangunan, baik itu untuk rumah tinggal, konstruksi gedung, jembatan, irigasi dan lain sebagainya. Kemudian pada perkembangannya terdapat banyak inofasi yang bertujuan agar pemanfaatan beton ini bisa lebih maksimal. Sehingga muncul teori tentang beton prategang ini.

Secara bahasa yang sederhana, beton merupakan sebuah hasil dari campuran antara semen pengikat dengan komposisi agregat di dalamnya. Dalam praktiknya beton bisa di bentuk sesuai dengan keinginan, dimana beton akan mengikuti bentuk cetakan atau bekisting. Dari sinilah struktur sebuah bangunan terbentuk. Seperti kolom, balok, plat lantai dan lain sebagainya.

Sekarang kita tinjau apa itu beton bertulang dengan bahasa yang sederhana juga. Dan kenapa ada istilah beton bertulang? ( reinforced).

Seperti yang telah kita ketahui bahwa beton memiliki kuat tekan tinggi dan lemah terhadap gaya tarik, kemudian di cari solusi agar beton bisa menahan ke dua gaya tersebut. Nah Untuk memenuhi kriteria tersebut maka beton di tambah dengan tulangan baja. Kenapa harus baja? Karena baja memiliki karakteristik kebalikan dari beton, dimana kuat tarik baja yang lebih tinggi namun lemah terhadap tekan. Dengan demikian setelah di gabung antara beton dan tulangan tadi maka beton akan mampu menahan tekan dan tarik. Dari sini muncul istilah beton bertulang.

Jika hanya menggunakan baja saja tanpa menggunakan campuran beton, maka di perlukan dimensi baja yang besar agar baja mampu menahan tekan. Hal ini sangat berkaitan erat dengan rencana biaya konstruksi dan tujuan konstruksi itu sendiri. Konstruksi baja sendiri banyak kita jumpai saat ini, entah itu pembangunan gudang, gedung olahraga, rangka jembatan dan lain sebagainya.

Sekarang kita sudah mengerti tentang apa itu beton bertulang, kemudian muncul lagi pertanyaan apa itu beton prategang dan bagaimana prinsip sederhananya. Berikut ini sedikit penjelan tentang apa itu beton prategang agar lebih mudah di pahami.

Pada prinsip beton prategang, di mana untuk memberikan kuat tarik pada beton tidak di lakukan dengan cara beton bertulang biasa, tetapi di tutup dengan kuat tekan, lho koq bisa? Prinsipnya sederhananya adalah, beton di beri gaya tekan yang besar terlebih dahulu, sehingga seluruh komponen beton memiliki gaya desak yang tinggi.

Balok Beton Gedung prategang

Sebagai contoh coba kita lihat gambar balok di atas, pada bagian dalam balok tersebut di buat lubang tendon. Kemudian pada lubang tendon tersebut di beri kawat baja, lalu kawat baja tersebut di tarik pada kedua sisi ujung balok tadi. Setelah tercapai kuat tarik yang di perlukan, kedua ujung kawat baja tadi di beri anchor atau jangkar agar tertahan pada ke dua sisi ujung balok. Dengan demikian di dalam balok tersebut ada kawat baja yang telah mengalami gaya tarik sangat tinggi. Sehingga memberikan efek tekan pada komponen balok tersebut .

Dengan demikian balok tersebut telah mengalami tekan lebih besar terlebih dahulu sebelum menerima gaya dari luar. Nah ketika balok di beri gaya terpusat di tengah bentang misalnya, maka gaya tarik atau retak yang ada di bagian bawah balok tidak ada, karena komponen balok tersebut sudah mengalami tekan yang lebih besar.

Dalam praktiknya ada dua perbedaan bagaimana proses pembuatan beton prategang ini yaitu :

  1. Ditunggu beton mengeras terlebih dahulu baru kemudian di beri gaya tarik seperti contoh diatas ( Pos tensioning)
  2. Ditarik kawatnya terlebih dahulu, baru di lakukan pengecoran, setelah beton mengeras pin ditahan pada ke dua sisi ( pre tensioning)

Penggunaan beton jenis prategang saat ini semakin banyak di jumpai pada konstruksi, seperti pada pembangunan jembatan, gedung, dan plat lantai. Dengan penerapan jenis beton prategang dimensi penampang bisa di buat lebih ramping. Selain itu, dari segi estetika dan biaya, konstruksi jenis ini bisa lebih indah, efisien dan lebih kuat terhadap beban.

Proses pembuatan precast biasanya dilakukan di pabrik dan di lakukan dengan perhitungan yang matang oleh pakar yang ahli di bidangnya. Hal ini bertujuan agar hasil yang di peroleh sesuai dengan peraturan beton yang ada di Indonesia.
Semoga dengan penjelasan yang sangat sederhana ini bisa membantu dan memberikan gambaran tentang pemahaman apa itu perbedaan antara beton prategang dan beton bertulang tersebut. Jika ada kritik dan tambahan , Silahkan buat di kolom komentar.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kolomsatu.com © 2017 Sitemap